 | Selamat Datang ..... Welkom | Jan 3, 2006 |
Hoi semua, silahkan mampir di rumah saya .... walau jauh di mata kelihatannya, tapi mudah-mudahan bisa menyenangkan hati.  | Eid 2011 | Aug 29, '11 4:08 PM for everyone |
 1 Syawal 1432 Hijriah 30 agustus 2011
Fedi dan keluarga  "Ya, tinggal 2 kilometer lagi. Sudah deket kok. Di sini lagi kerja ...." Itulah pembicaraan teleponku dengannya. Dengan ayah, dalam mimpi, tadi pagi subuh. Aku mengenali suaranya. Betapa aku merindukan suara itu. Ayah dan aku biasa ngobrol ditelepon sekali seminggu di telepon. Jika aku 'lupa' menelepon dia, maka telpon rumahku akan berdering pagi subuh. Ayah. "Kok sudah lama tidak kedengaran suara kamu?" Aku suka tertawa saja. Baru seminggu yah. Lama. Sekarang sudah hampir tiga bulan aku tidak mendengar suaranya. Dan aku rindu suara itu. Amat sangat. Mungkin karena itu aku mimpi meneleponnya. Sejak beliau meninggal aku ingin agar dia datang dalam mimpiku. Mengobrol denganku. Semakin aku merindukannya, semakin mimpi itu tidak datang. Mimpi pertama tentang ayah berlalu sangat cepat. Dia duduk di sampingku, kita ngobrol soal yang tidak penting. Tapi aku tak bisa melihat wajahnya. Hanya tangannya, suaranya, kakinya. Banyak orang mengatakan aku tidak boleh begitu. Relakan beliau, biar jalannya lapang. Berdoa untuknya. Tapi itu semua tidak bisa menghapus rasa rindu, kangenku akan ayah. Aku tak ingin melupakannya, aku ingin ingat semua. Raut wajahnya, suaranya, ketawanya, cara beliau berjalan, menikmati makan, berdiri di depan kaca. Semuanya. Karena itu aku mengumpulkan semua video dan foto ayah. Aku simpan, dijadikan digital, biar bisa dilihat, ditonton dn dikenang oleh anak-anaknya, cucu-cucunya dan nanti oleh cicitnya. Fediya Andina
Mungkin banyak orang yang tidak tahu. Di abad ke-19 KNIL merekrut sekitar 3000 laki-laki Afrika untuk menjadi tentara yang ditugaskan di Indonesia yang ketika itu bernama Hindia-Belanda. Sejumlah besar dari mereka yang dikenal dengan nama 'Belanda Hitam' ini kembali ke Belanda atau beremigrasi ke Amerika dan Kanada setelah perang usai. Tetapi sekitar 500 orang menetap di Indonesia, menikah dengan perempuan Indonesia dan punya keturunan. Griselda Molemans, yang juga generasi kelima Belanda Hitam di Belanda, mencari dan menemukan sejumlah keluarga keturunan Afrika yang masih di Indonesia, Ghana dan Amerika Serikat. Pengalamannya dituangkan ke dalam buku berjudul 'Zwarte Huid, Oranje Hart' atau Kulit Hitam, Hati Oranje. Buku ini dilengkapi dengan seratus foto keturunan Belanda Hitam, yang dibidik fotografer muda keturunan Indonesia, Armando Ello. Keduanya menceritakan pengalaman mereka kepada Radio Nederland. Griselda Molemans menemui 12 keluarga berdarah Afrika, yang dikenal dengan nama Belanda Hitam, yang masih hidup di Indonesia. Semuanya tinggal di Pulau Jawa. Tapi ia tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada ratusan keturunan Belanda-Afrika yang tinggal di pulau-pulau lain di luar Jawa. Para mantan tentara KNIL itu dulunya hidup berkecukupan, karena setelah perang mereka menerima pensiun setiap tahunnya sekitar 150 gulden. Saat itu jumlah yang cukup banyak. Selain itu mereka juga punya pekerjaan tambahan lain. Karena itu mereka bisa hidup sesuai dengan standar orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia dulu. Dengan sejumlah babu atau pembantu dan juga jongos. Nasib anak cucu keturunan tentara Afrika yang kembali ke Belanda, boleh dibilang baik. Mereka berhasil membuka jalan bagi para keturunan agar dapat menikmati hidup cukup di Belanda. Sementara mereka yang memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat, juga punya nasib yang baik, sebagian bahkan kaya raya. Tetapi keturunan Belanda Hitam yang tinggal di Indonesia, punya cerita yang menyedihkan. Sebagian dari mereka tinggal di Indonesia karena tidak punya pilihan ketika perang berakhir. Yang lainnya tidak tahu bahwa mereka membutuhkan ijin keluar dari pemerintah Indonesia jika ingin kembali ke Belanda. Kebanyakan dari mereka akhirnya hidup di lapisan bawah masyarakat atau dengan kata lain, dalam keadaan miskin. Untuk menemukan para keturunan Belanda Hitam di Indonesia, tidaklah mudah. Kebanyakan dari mereka mengganti nama Belandanya dengan nama dan warga negara Indonesia. Sesuai dengan tuntutan Presiden Soekarno ketika itu. Misalnya nama Steenbergen diubah menjadi Chairul Abdul. Atas bantuan yayasan Halin, yang mendukung keturunan Hindia-Belanda dengan uang tunjangan, Molemans menemukan dua keluarga keturunan Afrika. Foto-foto yang ditampilkan di dalam buku tersebut, sengaja dibuat sedemikian rupa, menampilkan wajah-wajah yang jelas keturunan Belanda atau Afrika. Foto-foto ini diambil di lingkungan rumah, sedemikian rupa tanpa menunjukkan tingkat sosial. Pada mulanya mereka menolak untuk menceritakan pengalaman hidup mereka di Indonesia. Ini jelas faktor yang sangat peka. Misalnya salah satu keluarga yang tinggal di Bandung, menolak di wawancara di rumah, dan memilih tempat di pinggiran kota. Keluarga ini juga sangat ragu ketika akan diambil fotonya, tetapi diyakinkan bahwa foto-foto tersebut akan dilihat keluarga mereka di Belanda, dan Amerika. Orang-orang keturunan Belanda Hitam ini tidak malu bahwa mereka punya darah Afrika. Mereka merasa sungkan karena situasi ekonomi mereka yang cukup menyedihkan. Semuanya berpendapat apabila mereka punya kesempatan untuk pergi ke Belanda, maka mereka punya kehidupan yang jauh lebih baik. Sebagian dari mereka punya kelurga yang tinggal di Belanda, Amerika atau Kanada, di mana tingkat kehidupan jauh lebih baik dan makmur. Situasi sekarang ini sebagian disebabkan karena mereka tidak bisa berterus-terang bahwa mereka punya darah Afrika atau Belanda. Warna kulit mereka juga membawa persoalan, misalnya sewaktu mencari pekerjaan. Menurut Griselda Molemans, dari pembicaraan jelas bahwa ini adalah soal yang sangat peka.
'Zwarte huid, Oranje Hart'Griselda Molemans dan Armando Ello
Disertai 150 foto illustraties NUR: 688 ISBN: 978-90-89101-62-4 Terbit: Mei 2010 Penerbit: d Jonge Hond  Fediya Andina Hilversum, 06 Januari 2010Mengenakan celana jean, dengan selendang hanya sebatas bahu, saya berkeliling naik sepeda motor di Banda Aceh. Suatu aksi perlawanan, yang tidak luput dari pengamatan polisi syariat di ibukota propinsi Aceh ini. Bertugas sebagai wartawati Radio Nederland Wereldomroep, saya masih harus membiasakan diri dengan undang-undang ketat, yang berlaku sejak 1 Januari 2010.Saya mengaca dan melihat wajah berkerudung hitam, dengan selendang warna abu-bua tua. Saya tidak mengenali wajah di cermin itu. Seseorang berkomentar, pakaian itu cocok dengan aura saya. Saya ingin mengajukan ribuan alasan, mengapa saya merasa tidak nyaman. Saya berjalan ke luar, dan merasa, banyak mata memandang ke arah saya. Saya ingat, saat pertama kali mendarat di bandara Banda Aceh. Saya lihat banyak orang asing. Semua wanita asing tidak mengenakan kerudung. Hukum syariat tidak berlaku bagi wanita asing. Saya warga Indonesia, berambut hitam, tapi menetap di Belanda. Apakah undang-undang tersebut juga berlaku bagi saya? Saya merasa jadi orang asing di negeri sendiri. Zulfikar, supir dan pemandu saya di Aceh, mulai bercerita tentang kota Banda Aceh. Ia menunjuk pada berbagai gedung, kuburan, restoran, toko, mobil dan sepeda motor. Tampak jelas, Banda Aceh sedang sibuk membangun, dalam tempo sangat cepat. Saya melihat banyak perempuan naik sepeda motor. Mengenakan celana panjang, rok hingga lutut, serta kerudung. Dan di atasnya helm. Saya tertegun. Saat itu 37 derajat celcius. Keringat mengalir di wajah dan punggung saya. Kami menuju Ulee Lhuee, bagian Banda Aceh, yang paling duluan hancur kena hantaman tsunami. Laut telah mengikis pantai. Kini tidak ada lagi pantai putih. Dulu, pantai sarat pasangan yang sedang berpacaran. Sekarang, di mana-mana tampak pagar. Wilayatul Hisbah (WH), polisi syariat, setiap kali datang memeriksa. Hukum syariat melarang orang yang sedang pacaran, terutama kalangan muda, berjalan berduaan. Namun, mereka, tetap saja melakukan hal tersebut. Terutama pada sore dan malam hari, saat WH tidak begitu aktif. Di suatu bagian pantai, saya melihat satu keluarga, dengan pakaian lengkap, mencebur ke dalam air, berenang. Menurut Zulfikar, wanita Aceh tidak boleh mengenakan pakaian renang. Jadi, mereka mencebur ke dalam air, dengan celana panjang, rok dan kerudung. Zulfikar melanjutkan, pada malam sebelum tsunami, banyak orang berada di pantai. Mungkin saja mereka melakukan hal-hal yang tidak patut. Mungkin, karena itu Tuhan marah, katanya. Saya kaget. Apakah banyak orang Aceh punya pendapat seperti ini? Apakah hukum syariat bisa menjamin masa depan? Sikap pemberontak dalam diri saya mendorong saya untuk berkeliling di jalanan, mengendarai sepeda motor. Dengan hanya melampirkan selendang di bahu. Bersama seorang rekan perempuan. Banyak orang memandang kami. Beberapa di antaranya hanya tertawa, lainnya tampak kaget dan heran. Tidak lama kemudian telepon saya berdering. Zulfikar memperingatkan, WH sedang membuntuti kami. Kami harus cepat-cepat berhenti, dan bersikap, seolah tidak tahu apa-apa. Kami berhenti di suatu warung makanan. Saya melihat sebuah mobil pick-up berisi petugas WH lewat. Di bak belakang duduk tiga orang petugas. Dua di antaranya perempuan, mengenakan seragam. Mereka mengenakan celana panjang berkaki lebar. Mereka memperhatikan kami, berhenti pada jarak sekitar 50 meter, dan terus mengamati kami. Setelah beberapa menit, mereka melaju kembali. Sayang juga. Sebenarnya saya ingin berdiskusi dengan mereka. Hari berikutnya saya berjumpa dengan beberapa mantan pejuang GAM, Gerakan Aceh Merdeka. Saya tanya pendapat mereka mengenai undang-undang syariat. Jawaban mereka tegas. Undang-undang itu tidak dibuat oleh orang Aceh. Tapi, oleh beberapa partai besar yang berkaitan dengan Jakarta. DPRD terakhir, yang bukan pilihan rakyat Aceh. Mereka ingin mendapat pujian dari Jakarta. Selama konflik di Aceh, tidak pernah muncul masalah mengenai konservatisme atau fundamentalisme Islam. Tujuan GAM hanya satu: bebas dari Indonesia. Irwandi Yusuf, gubernur Aceh dan mantan pemimpin GAM, hingga saat ini menolak menandatangani undang-undang syariat. Ia ingin agar DPRD Aceh yang baru terpilih, merevisi undang-undang ini. Itulah tugas pertama DPRD baru Aceh. Delapan puluh persen anggota DPRD baru berasal dari Partai Aceh, yang merupakan kelanjutan GAM. Di jalan, sekelompok kaum muda berdemonstrasi, mengecam pemerintahan Irwandi Yusuf. Mereka menuntut pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja baru, perbaikan fasilitas pendidikan, jaminan kesehatan bagi semua orang, dan pemerataan kekayaan. Di sebuah warung makan saya lihat sekelompok gadis remaja sedang mengobrol. Mereka tampak ngetrend, mengenakan celana jeans ketat dan kerudung. Bagi mereka, kehidupan tetap terus berlangsung, dengan atau tanpa undang-undang syariat.  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H Mohon maaf Lahir dan Batin Salam, Fedi dan keluarga |  | Sudah lama tidak kirim cerita nih.Maklum, sejak patah kaki, aku cuma bisa duduk di rumah saja. Nah, setelah dinyatakan ok dua minggu lalu oleh dokter aku diharuskan untuk belajar jalan, kalau bisa tanpa tongkat. Karena sudah bosen dua bulan lebih di rumah, suami mengajak liburan ke Berlin.
Sudah lama memang ingin ke kota ini, apalagi dengar cerita ana/anakku yang bilang betapa menyenangkan kota ini, jadi penasaran .... Akhirnya naik mobil, menginap semalam di Hannover, lalu seminggu di Berlin.
Memang langsung jatuh cinta dengan kota ini. Perpaduan antara modern, super canggih dan kuno. Antara Barat dan Timur, antara kumuh dan elit. Selain itu Berlin ternyata jauh lebih murah dibandingkan Amsterdam. Contohnya kita bertiga makan di restoran Itali sampai kenyang hanya bayar 33 euro. Mana bisa di Holland harga seperti ini ....
Berlin, ich liebe dich ...... lain kali pasti datang lagi. Soalnya belum lengkap yang dilihat. Banayk sekali, sampai bingung pilihnya. Bagi yang rencana liburan, tapi belum tau ke mana,saya sarankan untuk memilih Berlin. Pokoknya dijamin tidak menyesal!!!
|
|  | Minggu lalu ke Frankfurt, mengantar anak sulungku Audi terbang ke Thailand. Sekalian saja menginap beberapa malam di sana .... |
Utrecht, Brussel, 14-07-2009 Saya senang, senang sekali!!! rasanya hepi banget .... tadi denger dan membaca sendiri di situs komisi transport Uni Eropa bahwa mereka telah mencabut larangan terbang untuk empat maskapai penerbangan Indonesia, yaitu Garuda, Merpati, Airfast Indonesia dan Ekspres Transportasi Antarbenua. Akhirnya usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah Indonesia membuahkan hasil yang diharapkan. Selamat untuk para dirjen penerbangan udara, para menteri perhubungan, para dubes terutama dubes RI untuk Belgia dan Uni Eropa Nadjib Riphat Kesoemah dan Dubes RI untuk Belanda Fannie Habibie yang rajin melobby dan menghadiri tiap persidangan baik di Brussel maupun di Indonesia. Saya memang mengikuti topik ini dari awal larangan terbang dua tahun yang lalu. Tiap ada dirjen, menteri atau delegasi Indonesia yang datang ke Brussel untuk membahas hal ini, boleh dibilang saya selalu hadir dan meliput. Hanya yang terakhir saja tidak, karena kaki saya patah hiks... hiks .... Waktu pembukaan pasar malam besar Mei lalu di Den Haag, menteri pariwisata Jero Wacik sudah mengatakan, sangat berharap larangan terbang dicabut Juli ini sehingga Garuda bisa terbang lagi september atau desember mendatang. Tapi menurut insider Garuda, mereka butuh waktu enam bulan untuk persiapan di Eropa. Misalnya membuka kantor, mencari lagi pegawai yang handal dsb dsb. jadi menurut perkiraan saya, mereka operational ready 1 Januari 2010. Mudah-mudahan pemerintah dan semua maskapai penerbangan Indonesia bisa belajar dari tragedi atau masalah ini. Saya harap penerbangan Indonesia bisa aman, nyaman dan memuaskan semua penggunanya. Hmmm ... kalau saya tahun depan liburan ke Indonesia, bisa naik Garuda dong ...!!  Sumber foto: http://www.incantisuweb.com/md-11/md11_GARUDA_INDONESIA.JPG  Pastel tutup ini aslinya resep mbak Estherlita, dimodif sedikit sesuai bahan di dapur. Enak banget!! Pastel tutup saya pake daging cincang. Pake ayam juga boleh atau sekalian vegetarian alias nggak pake daging. Oh ya fotonya pas terakhir, habis cepet banget habis disikat sama suami dan anak-anak ..... Bahan topping : 1 kg kentang kukus dan panas2 dihaluskan tambah cream cheese 225gr (1pak) dan 3 sdm mentega atau margarine tergantung selera. 1 kuning telur untuk olesan. untuk ragout : 500 gr daging cincang 1 kaleng jamur potong sesuai selera 1/2 kg wortel parut kasar 1 kaleng kacang polong 1 paprika merah dipotong dadu 2 buah bombay ukuran sedang potong kotak2 kecil garam, merica, pala, gula secukupnya 300 cc kaldu ayam (dari kaldu blok) 1 ikat daun seledri potong halus 200 gr atau lebih, terigu untuk mengentalkan ragout. Cara membuatnya : Tumis bawang bombay dengan 3 sdm minyak salad atau olive oil ditambah dengan 100 gr butter jika suka. Masukkan daging cincang, tambah kan kaldu ayam, masak sampai agak matang. Masukkan bumbu2. Setelah mendidih masukkan wortel yang sudah diserut kasar, paprika, kacang polong dan jamur yang sudah diiris, didihkan, bila wortel sudah matang masukkan seledri dan langsung terigunya, sampai adonan kental tapi jangan terlalu keras karena kalau dingin akan makin keras. Coba dulu 200 gr kalau belum kental boleh tambah sedikit lagi. Cicipi, rasanya harus asin manisnya seimbang. tambahkan garam atau gula bila ada yang kurang. Siapkan pyrex, olesi mentega atau margarine, atur ragout ayam didasar pyrex ratakan, tutup dengan adonan kentang tadi, atur rapih dan tertutup. olesi dengan kuning telur yang sudah dikacau dan ditambah 1 sdm air. Beri motif dengan garpu bila suka. Dioven selama 3/4 jam dengan suhu 165' - 170 'C. NB: Alasi pyrex dengan loyang yang hampir mirip besarnya agar bagian bawah pastel tutup ini tidak gosong tetapi bagian atasnya menjadi kuning keemasan. Jangan lupa oven dipanaskan dulu selama 10 menit. Resep asli: http://wcapril2.blogspot.com/2006/04/pastel-tutup.html |  | Hari minggu lalu Anne dan papa bersepeda ke kastil Tongelaer deket rumah. Tadinya mau sepeda jauh, tapi di tempat itu keasikan jadinya mendeg di situ saja.
Sebelumnya kita ke Nijmegen, ke toko, belanja dan beli bunga matahari yang Anne suka. Mama masih pake kursi roda. belum bisa dan boleh jalan pake kakinya. Suami tercinta yang mendorong ....
|
Little darling, the smiles returning to the faces Little darling, it seems like years since it's been here Here comes the sun, here comes the sun and I say it's all right
Sun, sun, sun, here it comes... Sun, sun, sun, here it comes...
Itu text lagu The Beatles yang terkenal. Menggambarkan Belanda minggu ini, penuh matahari dan cuaca mencapai 30 derajat Celcius. Bakalan banyak orang yang berjemur di balkon rumah, di taman-taman dan di pantai tentunya. Bukan itu saja, pasti tiap malam bertebar bau semerbak orang-orang yang pada BBQ. Membuat ngiler yang lain. Saatnya untuk membuka primbon resep sate ayam dan kambing, biar bisa dibakar diatas areng nih ...... Kaki kananku yang patah mulai membaik, walaupun selama 4 minggu mendatang belum boleh dipakai. Kemarin suami tercinta sudah meminjam kursi roda dari Thuiszorg winkel, toko yang meminjamkan alat-alat kepada orang yang sakit dan harus dirawat di rumah. Murah ... cuma bayar 2 euro untuk selama setengah tahun katanya. Kalau di Indo juga ada fasilitas kayak gini pasti laku deh ..... Karena ada kursi roda, aku bisa keluar rumah sekali-sekali sama suami tercinta dan anak-anak. Rencananya weekend ini kita mau jalan-jalan, pokoknya menikmati sinar matahari. Biar nggak bosen di rumah melulu .... Have a nice summer everyone ....!!! 
Michael Jackson Meninggal dunia, King of Pop akan kukenang selamanya ...  sumber: cnn.com tadi malam, jam stengah sebelas malam waktu belanda, diumumkan di warta berita bahwa Michael Jackson dilarikan ke rumah sakit UCLA Medical Hospital dan dalam keadaan kritis. aku yang fans berat sama wacko jacko langsung zap kiri kanan dan buka internet untuk mencari berita lebih lanjut. 3 televisi nyala, tv belanda, cnn dan bbc international. mulai jam 11 malam rame sekali beritanya. yang satu mengabarkan dia telah meninggal dunia, yang lain mengabarkan dia koma. menit ke menit aku ikuti sampai akhirnya bbc dan cnn menguatkan berita bahwa mj telah tiada.... dalam usia 50 tahun, akibat serangan jantung atau cardiac arrest dan meninggalkan 3 orang anaknya. Prince I, Paris dan Prince II. Saya memang fans berat berat Michael. Sempat lihat konsernya live di Amsterdam Arena kalo nggak salah tahun 1997. benar-benar terkesan waktu itu, memang membuktikan kalo dia King of Pop. waktu itu saya melihat dia live moonwalking, wah rasanya seneng banget dech.... saya punya juga semua albumnya, mulai dari dia bersama Jackson 5 sampai album terakhir. lagu-lagunya juga ada di ipod dan laptop. Michael merupakan bagian dari masa kecil dan masa remaja saya. Bayangkan saya mulai demen lagunya waktu usia 8 tahun. orang tua saya waktu itu senang mendengarkan radio dan tentu saja lagu 'Ben'. Bahkan LP pertama yang saya beli adalah Off The Wall, saya beli di Singapura. Album ini saya putar hampir setiap hari. sejak itu setiap album baru keluar, pasti saya punya. Banyak cerita beredar tentang wacko jacko. Kebanyakan negatif dan kadang mengerikan. Tapi saya tetap fans berat sama musiknya. apa pun kehidupan pribadi dia, tidak mengurangi kehebatannya di dunia musik pop. Untuk saya dia tetap the King of Pop untuk selamanya .. Rest in Peace Michael, saya harap kamu sedang Moonwalking in the heaven .....!! dari salah seorang fans beratmu, Fedi. http://www.youtube.com/watch?v=44_qWFAdjqQ Kakiku yang patah kemarin akhirnya dioperasi. Sesudah semingu di gips/spalk, ternyata patahnya tambah parah, jaraknya tambah besar. Gitu kata dokter. Jadinya mereka operasi, sambung lagi dengan 2 sekrup. Ini termasuk operasi kecil, jadi aku paginya dioperasi, malamnya boleh pulang lagi ke rumah. Sekarang ada di rumah, harus dua minggu bed rest. Tidak boleh membebani kaki yang patah, jadi harus pakai kruk kalau perlu-perlu banget. Selebihnya di tempat tidur... Saat ini bengkaknya kayak balon, dan perlahan-lahan harus kempes. Dikasih obat untuk menahan sakit dan mencegah trombose. Du minggu lagi kontrol pertama ke rumah sakit. Jadi selama itu di rumahlah ..... ternyata ada salah satu tulang kakiku yang patah .... wah ternyata dokter Belanda ada yang bolot juga yah? dari hari pertama bilangnya cuma keseleo, ternyata di foto ada yang patah. jadi sekarang kakiku di gips. paling tidak untuk enam minggu mendatang. setelah itu mereka lihat lagi. karena kaki masih bengkak, aku dikasih gips sementara dulu. nggak boleh jalan atau berdiri. harus istirahat, kaki diangkat ke atas dan harus sabarrrr  utrecht, 31 mei 2009 sudah empat hari aku di rumah. nggak bisa ngapa-ngapain tiduran di kursi atau di tempat tidur saja. Rabu sore lalu aku jatuh waktu mau turun dari bis. Keasikan ngobrol sama Anne, jadinya nggak perhatikan jalan. Kakinya keseleo, kayaknya ada urat yang salah. Bengkak bangetzz ...... dua hari pertama sakitnya itu yang nggak bisa bikin tidur. semua gaya salah ... mana di sini nggak ada tukang urut, jadinya coba urut-urut sendiri sama minyak kayu putih. minyak tawonku juga habis. dokter Belanda bilang harus dikompres sama air es. tapi kalau sudah lima menit kok kayaknya kakiku beku yah ... jadinya 3 menit kompres, 3 menit lepas. Hari minggu ini bangun tidur kakinya sudah lumayan, kempesan, masih bengkak dikit. birunya yang pekat juga sudah emmudar. cuma kelihatan di pergelangan kakiku yang masih biru. di situlah pangkalnya aku kira. nggak biasa diem di rumah, jadinya bingung. mau masak, nggak tahan berdiri lebih dari bberapa menit, langsung cenut-cenut. jalan juga sakit, susah, walaupun tiap hari tambah baik. memang sih banyak yang nolongin di rumah, tapi kan orang harus ke toilet, mandi ... harus sendirilah, nggak dibantuin. akhirnya tiap hari cuma main komputer, facebook, MP, semua email dibaca. makan saja males ... pikirannya mau nasi timbel atau nasi uduk melulu!! besok senin harus kerja, tugas dan kewajiban menunggu. suami mau temenin ke kantor, bantu kalau perlu. manis sekali yah ..(muji sendiri nih!!) sudah bilang sama rekan sekerja kalau aku nggak bisa banyak jalan jadi siap-siap saja. |  | Liburan Mei kemarin kita seminggu ke Texel. Pulau di Belanda Utara. Ini yang kedua kalinya kita menginap cukup lama. Dan Texel tidak pernah membosankan. Terutama pantai, laut dan menara mercu suarnya ..... Anne dan mama menikmati angin di pantai, mencari kerang dan berharap mungkin kita akan ke sini lagi ..... |
Hai semua, Utrecht 8 April 2009  Sudah lama sekali saya tidak menulis di sini. Malas. Itu alasan utama, lalu capek, sedih, dan masih banyak lagi. Malas, karena saya sering selingkuh dengan jamaah al-fesbuqiyah kalau meminjam istilahnya Goenawan Mohammad. Mulanya tidak sengaja. Seorang teman lama waktu di SMA memasang banyak foto-foto jaman dulu di halaman FB-nya. Untuk melihat maka harus mendaftar, dan setelah itu ketagihan dan lupa waktu ... Yang membuat saya kecanduan adalah pertemuan dengan teman-teman lama, jaman SMA, SMP bahkan sekolah dasar di Jakarta dulu. Lalu ketemu sahabat, bekas pacar, bekas musuh dan tentu saja sanak saudara yang seabreg membuat orang lupa waktu kalau sudah chatting. Sekarang hampir semua oom dan tante saya ikut bergabung di FB. Alasannya simpel saja, kita malah lebih sering berkomunikasi karena FB dibandingkan dulu. Berita keluarga, gosip baru, serta informasi yang berguna atau tidak berguna rasanya membuat bahagia. Simpel karena kita berkomunikasi dengan orang-orang yang kita kasihi. Pertemuan di dunia maya dengan bekas pacar pun membuat kita tertawa. Bayangkan, biar sekarang sudah bersuani/istri, punya anak, tapi bisa saling cerita tentang keluarga dan kerjaan. Bukan selingkuh loh, tapi senang karena bertemu sahabat lama. Lalu alasan kedua tidak lama menulis di MP adalah malas, capek. Kerjaan saya tambah banyak. Semenjak pulang dari Indonesi akhir November lalu, kerjaan menggunung. Waktu untuk istirahat benar-benar digunakan untuk keluarga, untuk dinikmati. Pepatah orang Belanda "niets doen is ook heerlijk" atau tidak ngapa-ngapain itu sangat menyenangkan, memang dibutuhkan badan dan jiwa manusia dari waktu ke waktu. Selain itu sudah hampir sebulan ini saya diminta untuk memulai tugas baru sebagai redaktur penanggung jawab, menggantikan rekan yang untuk sementara diparkir dulu. Saya memang sudah sering menjalankan tugas ini, terutama kalau rekan saya itu berliburan. Tapi sekarang untuk pertama kali serius diminta dan ditunjuk dari boss yang lebih tinggi lagi. Tugas baru ini kelihatan mudah, tapi tanggung jawabnya sangat besar. 7 hari seminggu, 24 jam sehari saya harus siap. Kalau ada rekan yang membutuhkan bantuan harus siap, kalau ada masalah harus cepat diselesaikan, kalau ada bencana harus tanggap dan cepat mengambil keputusan. Suami saya sampai bercanda, untuk sementara tidak bisa pergi jauh-jauh karena kalau ada situasi darurat maka saya harus cepat sampai di Hilversum. Sepertinya ujian saya cukup lengkap. Mulai dari penahanan 4 wartawan Belanda di Papua, bencana tanggul Situ Gintung, KTT Afghanistan di Den Haag, lalau G20, Obama di Eropa dan besok pemilu di Indonesia. Tiap kali kami diminta untuk menujukkan kemampuan, kekompakan, prestasi bukan hanya untuk seksi Indonesia, tetapi untuk seluruh Radio Nederland Wereldomroep. Sampai saat ini boleh saya bilang, seksi Indonesia lulus dengan nilai cukup baik. Satu hal yang penting, ini bukan prestasi pribadi, tapi prestasi bersama dengan rekan-rekan saya lainnya. Walaupun kita harus kerja keras. Beban berat akan terasa ringan kalau ditangung bersama bukan? Lalu sedih. Karena ayah saya yang sakit, masih sakit, dan kemungkinan sembuh sangat kecil atau boleh dibilang tidak ada. Setiap minggu cuci darah, tidak suka makan, kurus, dan kalau bicara ditelepon sangat pesimis. Sebagai anak perempuan yang sangat dekat dengan ayah, tiap keluhan dia membuat saya sedih. Sebagai anak saya sering berdoa, meminta agar kedua orang saya selalu dilindungi oeh Tuhan YME. Nah cukup berkeluh kesah, sekarang musim semi di Belanda. Saatnya bunga-bunga bermekaran, pohon-pohon hijau kembali, rumput di halaman tumbuh subur dan harus dipotong tiap minggu. Saatnya anak burung dilahirkan, domba-domba dicukur bulunya, dan saatnya berliburan pendek ke pantai, menikmati sinar matahari dan bermain istana pasir.Lente is kleur en liefde in de lucht!!! Saya usahakan untuk rajin menulis lagi, cerita tentang kedua jagoan saya saya yang sebentar lagi berualng tahun yang ke 22 dan 19. Tentang putri kami yang satu demi satu kehilangan gigi susu untuk diganti dengan gigi dewasa dll dll Fijne lente allemaal!!! |  | 2 minggu lalu tempatku kerja mengadakan pesta natal bersama. Selain makan-makan, acara lainnya adalah berfoto bersama dalam suasana Natal. Nah setelah ditunggu cukup lama, akhirnya muncul kartu natal dengan gambar hampir kita semua yang kerja di Radio Nederland. Hayoooo... ada yang bisa tebak aku bergaya apa???
Lokasi: Hilversum, Belanda
Selamat Tahun Baru 2009!!!! |
Hai semua, 2 minggu lalu tempatku kerja mengadakan pesta natal bersama. Selain makan-makan, acara lainnya adalah berfoto bersama dalam suasana Natal. Nah setelah ditunggu cukup lama, akhirnya muncul kartu natal dengan gambar hampir kita semua yang kerja di Radio Nederland. Hayoooo... ada yang bisa tebak aku bergaya apa??? Salam, Fedi PS: Selamat tahun baru 2009!!! 
| |